https://aktualonline.co – TARUTUNG ||| Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara kembali melakukan penguatan struktur birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan terhadap 17 Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pelayanan publik, memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, serta mendukung percepatan pelaksanaan program pembangunan daerah.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Senin (15/6/2026), dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., mewakili Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur RSUD Tarutung, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, keluarga pejabat yang dilantik, serta sejumlah insan pers.
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tapanuli Utara Nomor 100.3.3.2/313/VI/2026 tanggal 15 Juni 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Administrator yang ditandatangani oleh Bupati Tapanuli Utara.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan menegaskan bahwa pengisian jabatan administrator dilakukan melalui proses pertimbangan yang matang dan objektif. Menurutnya, setiap pejabat yang dilantik telah melalui evaluasi berdasarkan kompetensi, rekam jejak, pengalaman kerja, kemampuan koordinasi, serta kapasitas komunikasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Penempatan ini didasarkan pada portofolio, pengalaman kerja, kemampuan berkoordinasi, serta kualitas komunikasi dengan pimpinan maupun rekan kerja. Semua dilakukan untuk memastikan bahwa organisasi pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Wakil Bupati.
Ia menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar rotasi atau mutasi jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik serta menjadi motor penggerak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada hasil.
Secara khusus, Wakil Bupati memberikan perhatian terhadap peran Sekretaris Dinas dan Sekretaris Badan yang menurutnya memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program kerja perangkat daerah.
Menurutnya, selama ini fungsi sekretaris sering dipahami sebatas urusan administrasi dan tata usaha. Padahal, posisi tersebut memiliki peran penting sebagai penghubung antara pimpinan perangkat daerah dengan seluruh jajaran pelaksana di lingkungan organisasi.
“Fungsi sekretaris jangan hanya administratif semata. Sekretaris harus mampu menjadi jembatan utama yang memastikan setiap kebijakan dan arahan pimpinan dapat diterjemahkan serta dijalankan secara efektif hingga ke tingkat pelaksana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati meminta para pejabat yang baru dilantik untuk aktif melakukan pemetaan sumber daya manusia di unit kerja masing-masing. Menurutnya, masih banyak aparatur yang memiliki kompetensi dan latar belakang pendidikan yang baik, namun belum dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah.
Ia mendorong para pejabat administrator untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif, memberikan ruang bagi pegawai untuk berinovasi, serta memaksimalkan potensi yang dimiliki setiap aparatur sipil negara.
“Setiap perangkat daerah harus mampu mengidentifikasi potensi SDM yang dimiliki. Banyak pegawai yang memiliki kemampuan dan kualifikasi pendidikan tinggi. Potensi ini harus diberdayakan sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan birokrasi yang adaptif, cepat merespons kebutuhan masyarakat, serta mampu bekerja secara profesional dengan mengedepankan integritas dan semangat melayani.
“Mari kita bersama-sama membangun Tapanuli Utara yang lebih maju, berbudaya, dan berkelanjutan. Saya berharap seluruh pejabat yang dilantik hari ini dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas barunya dan memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Adapun pejabat administrator yang dilantik meliputi pengisian jabatan Sekretaris pada enam perangkat daerah, yaitu Inspektorat Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara.
Selain itu, pelantikan juga mencakup pengisian jabatan Wakil Direktur Pelayanan serta Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung, serta sejumlah Kepala Bidang dan Kepala Bagian pada perangkat daerah lainnya.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap melalui pelantikan ini akan terbangun birokrasi yang semakin solid, profesional, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah. Penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya aparatur diharapkan dapat mempercepat pencapaian visi pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara yang maju, berbudaya, dan berkelanjutan.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam menerapkan sistem merit dan tata kelola pemerintahan yang baik, sehingga setiap jabatan strategis diisi oleh aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, dan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat. ||| Agus Juntak






