Today

Menumbuhkan Kesadaran Petani Melalui Pupuk Organik

Zul Aktual

https://aktualonline.co MEDAN |||
Di tengah meningkatnya biaya produksi pertanian dan semakin menurunnya kualitas lahan, petani Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ketergantungan terhadap pupuk kimia yang digunakan secara terus-menerus telah memberikan dampak terhadap kesuburan tanah, keseimbangan ekosistem, bahkan efisiensi usaha tani. Di banyak daerah, persoalan tersebut mulai dirasakan dalam bentuk produktivitas yang stagnan meskipun penggunaan pupuk kimia terus meningkat.

Berangkat dari semangat tersebut, pada Kamis, 14 Mei 2026, dilaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai manfaat penggunaan pupuk organik di Desa Suka Mandi Hilir. Kegiatan ini dibawakan oleh Nomi Noviani dan Sugiar sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung pembangunan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sosialisasi tidak hanya menyampaikan teori mengenai pupuk organik, tetapi juga memberikan pemahaman tentang manfaat ekonominya bagi petani. Peserta diajak memahami bahwa penggunaan pupuk organik secara bertahap mampu meningkatkan kualitas tanah sehingga kebutuhan pupuk kimia dapat dikurangi.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menekan biaya produksi sekaligus menjaga produktivitas lahan. Diskusi berlangsung interaktif karena para petani menyampaikan pengalaman mereka terkait perubahan kondisi tanah setelah bertahun-tahun menggunakan pupuk kimia. Sebagian mengaku tanah menjadi lebih keras, kebutuhan pupuk semakin tinggi, sementara hasil panen tidak selalu meningkat secara signifikan.

Pengalaman tersebut menjadi titik awal yang baik untuk membangun kesadaran bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya diukur dari hasil panen sesaat, tetapi juga dari kemampuan menjaga produktivitas lahan bagi generasi berikutnya. Lebih dari itu, penggunaan pupuk organik juga membuka peluang pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi produk yang bernilai ekonomi.

Jerami, kotoran ternak, maupun sisa tanaman yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi pupuk organik yang berkualitas. Dengan demikian, petani tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pupuk dari luar, tetapi juga mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan sektor swasta perlu terus diperkuat.

READ  Karutan Kelas I Medan Sambut Perwakilan Ombudsman RI

Perguruan tinggi dapat menghadirkan inovasi dan hasil penelitian, penyuluh menjadi penghubung dengan masyarakat, sedangkan pemerintah memberikan dukungan kebijakan dan fasilitas yang memadai. Kolaborasi seperti inilah yang akan mempercepat terwujudnya pertanian berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi di Desa Suka Mandi Hilir menjadi contoh bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu berbagi pengetahuan kepada masyarakat. Ketika petani memahami manfaat pupuk organik, mereka tidak hanya memperoleh alternatif dalam mengelola lahan, tetapi juga memiliki kesadaran baru tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Pada akhirnya, pembangunan pertanian yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

Edukasi yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan petani yang lebih adaptif, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat hendaknya terus diperluas sebagai investasi sosial dalam menciptakan pertanian Indonesia yang produktif, berdaya saing, dan tetap lestari bagi generasi mendatang.||| Zul/Leni H

 

Editor : Red

Related Post