FOTO; Kepsek SLB E Pembina Mardi PanjaitanÂ
https://aktualonline.co MEDAN|||Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina menyampaikan apresiasi kepada Kemendikbud melalui Direktorat PKPLK yang sudah memberikan bantuan dana revitalisasi pasca bencana banjir yang terjadi pada 27 November 2025.
“Kita tahu bersama bahwa hampir seluruh lingkungan sekolah ini terendam air yang ukurannya lebih dari 1 meter sehingga mengakibatkan hampir semua mobiler dan ruang-ruang kelas kita yang terbuat dari software itu hancur termasuk buku-buku di perpustakaan,” kata Kepala SLBN Pembina Medan Mardi Panjaitan, Rabu (16/9/2026).
Namun dengan adanya perhatian dari Kementerian melalui Direktorat PKPLK, sekolah ini menjadi salah satu sekolah yang penerima bantuan sekolah dampak bencana untuk jenjang SLB. Ada tiga sekolah sebenarnya di Sumatera Utara dan SLBN Pembina berada di kota Medan.
Lanjut Mardi, bantuan revitalisasi ini ada 13 menu yang diberikan kepada SLBN Pembina antara lain, ruang kelas, ruang administrasi, ruang lokasi perpustakaan, kamar mandi dan masjid dan beberapa pendukung belajar lainnya.
“Kita juga mendapatkan bantuan perbaikan seperti tembok yang roboh akibat banjir. Dengan anggaran Rp 3 miliar untuk sekolah ini, kita bersyukur seperti yang terlihat langsung sekolah ini sudah sangat jauh berubah,” tambahnya.
Sekarang sekolah ini kalau orang yang dulu pernah kemari lalu datang lagi sekarang kemari pasti agak bingung melihat situasi dan kondisi sekolah ini. Jadi semua kelas itu sudah di revitalisasi, hampir semua lantai itu diganti, beberapa atap berganti baru juga ada beberapa menu ruangan yang baru.
“Semua terlihat baru dan hanya ada beberapa yang disisipkan. Ini sudah 100% sebenarnya penyelesaiannya hanya agak terlambat karena beberapa situasi dan kondisi. Memang kami belum menyampaikan laporan penyelesaian rampung, walaupun per tanggal 31 Agustus 2026 sudah selesai.
Meskipun demikian tidak ada lagi pekerjaan utama dan hanya pekerjaan finishing saja. Ada beberapa mungkin cat yang tadinya sudah bagus karena perubahan cuaca dan seterusnya ada yang melekat sehingga dirasa masih kurang baik. Sehingga setelah dibersihkan kembali ada yang catnya itu yang tadinya sudah bersih tiba-tiba sudah kena sepatu anak-anak.
Ada beberapa keran yang tadinya sudah bagus harus diganti lagi bahkan seperti kamar mandi itu tadinya sudah bagus mau diganti. Bahkan ditemukan lagi tiba-tiba sudah macet dan harus dibongkar ulang karena masalahnya tidak mungkin dibiarkan harus diperbaiki.
Dikesempatan itu Mardi menyampaikan terima kasih atas bimbingan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara yang sudah merekomendasikan SLBN Pembina, sehingga sekolah ini mendapat perhatian dari kementerian.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat semua proses finalisasi, pertanggungjawaban anggaran ini bisa dikirimkan ke Kemendikbud. Walaupun memang sampai sekarang belum ada aba-aba karena semua kementerian menyelesaikan tugas dampak bencana alam di NTT,” jelasnya.
Mardi juga menyampaikan apresiasi atas komunikasi yang baik dan bersinergi dengan Cabdis Wilayah I terkait penerapan bantuan revitalisasi di SLBN Pembina Medan yang terus menerus mengawasi dan memantau pekerjaan fisiknya.
Editor; SMTS




