Today

Prabowo Beberkan Hitungan MBG: Rp10,8 Miliar Bakal Berputar di Tiap Desa per Tahun

Alfin Sirait

https://aktualonline.co – NGANJUK ||| Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membeberkan dampak masif program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap perekonomian perdesaan. Prabowo menyatakan bahwa kolaborasi antara program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih mampu menggerakkan uang hingga miliaran rupiah langsung ke tingkat desa.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dalam kesempatan itu, Kepala Negara turut memaparkan kalkulasi kasar perputaran uang dari program MBG.

“Bahwa tiap hari di desa, beredar uang 3.000 (penerima) dikali Rp15 ribu—ada yang lebih ada yang sedikit—berarti Rp45 juta tiap hari. Dalam 20 hari kerja per bulan, berati ada Rp900 juta tiap bulan. Jika dikali 12 bulan, totalnya mencapai Rp10,8 miliar per tahun,” urai Prabowo.

Prabowo menjelaskan, angka Rp10,8 miliar tersebut merupakan estimasi dana segar yang mengalir ke desa berkat program MBG. Ia tidak menampik bahwa ada alokasi Dana Desa sebesar Rp500 juta yang digunakan terlebih dahulu untuk mendukung program ini, namun ia optimistis dana tersebut akan segera kembali dalam beberapa tahun ke depan.

“Uang Rp10,8 miliar beredar di desa itu. Sebelum ada MBG, kita kirim Rp1 miliar Dana Desa. Dengan adanya MBG, kita tambah (perputarannya) Rp10 miliar. Kita pakai dulu uang Dana Desa Rp500 juta, tapi dalam 6 tahun akan kembali,” jelasnya.

Selain perputaran uang yang tinggi, Presiden menekankan bahwa rantai pasok program MBG sengaja dirancang untuk memberdayakan ekosistem lokal. Para peternak, petani, dan perajin makanan di desa akan merasakan dampak ekonomi langsung secara instan.

“Satu desa Rp10,8 miliar beredar di situ. Artinya, yang tanam ikan lele bisa dijual, yang tanam bawang merah bisa terjual, yang bikin tempe bisa terbeli, yang jual telur bisa laku. Semua produsen di desa itu hidup, dan kita bisa patahkan biaya logistik. Tidak usah jauh-jauh ke pasar, pasarnya ada di desanya sendiri,” imbuh Presiden.

READ  Ibu-Ibu di Desa Sukowiyono Belajar Pola Asuh Era Baru yang Sehat dan Adaptif

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa model ekonomi berbasis desa dan koperasi ini merupakan antitesis dari sistem pasar bebas neoliberal yang dinilai kerap merugikan masyarakat bawah.

Menurutnya, jika pemerintah membiarkan pemenuhan gizi ini dikuasai oleh sistem pasar bebas, modal besar dari korporasi raksasalah yang akan mendominasi, sehingga uang rakyat justru tersedot ke luar dari perdesaan.

“Ini adalah dampak dari MBG, sekian ratus triliun akan beredar di desa-desa dan kabupaten. Kalau kita pakai sistem yang mereka katakan pasar bebas neoliberal, modal besar yang akan berkuasa. Uangnya rakyat akan tersedot, ujung-ujungnya lari ke luar negeri, kelebihannya tidak masuk ke kita,” kritik Prabowo.

Di akhir sambutannya, Presiden kembali menegaskan keyakinannya bahwa sinergi program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi nasional, terlepas dari sejumlah kendala operasional yang saat ini masih terus dibenahi oleh pemerintah.

“Saudara-saudara, MBG ditambah Koperasi Desa Merah Putih, ini akan membangkitkan ekonomi kita,” pungkasnya. ||| Red

Related Post