Today

Perkuat Pengawasan, Bea Cukai Bengkalis Optimistis Pertahankan Tren Positif hingga Akhir 2026

Alfin Sirait

https://aktualonline.co – BENGKALIS || Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Bengkalis mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I Tahun 2026. Hingga akhir Juni, realisasi penerimaan negara dari sektor kepabeanan telah melampaui 50 persen dari target tahunan, sehingga instansi tersebut optimistis mampu mencapai bahkan melampaui target hingga akhir tahun.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Bengkalis, Novryansyah, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Bea Cukai yang didukung sinergi dengan berbagai instansi terkait.

“Bea Cukai memiliki tugas sebagai pengumpul penerimaan negara sekaligus melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang. Alhamdulillah, pada semester pertama tahun ini penerimaan negara sudah melampaui target yang diberikan. Kami optimistis target tahun 2026 dapat tercapai bahkan terlampaui,” ujar Novryansyah, Kamis (23/7/2026).

Novryansyah menjelaskan, target penerimaan Bea Masuk pada tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp5.260.362.000. Hingga Semester I, realisasi penerimaan telah mencapai Rp3.131.401.000 atau 59,53 persen dari target tahunan.

Selain itu, penerimaan dari Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) mencapai Rp6.027.159.985, sehingga total penerimaan negara yang berhasil dihimpun dari kedua sektor tersebut mencapai Rp9.158.560.985.

Di bidang pelayanan kepabeanan, Bea Cukai Bengkalis juga mencatat aktivitas ekspor yang cukup tinggi.

Untuk komoditas bahan bakar mineral, diterbitkan 12 Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dengan nilai devisa mencapai Rp3.184.037.912.752.

Sementara itu, ekspor komoditas hasil perikanan dan tumbuhan tercatat sebanyak 762 PEB dengan nilai devisa sebesar Rp224.334.574.469.

Secara keseluruhan, selama Semester I Tahun 2026, Bea Cukai Bengkalis telah melayani 774 Pemberitahuan Ekspor Barang dengan total nilai devisa mencapai Rp3.408.372.487.221.

Selain capaian penerimaan negara, kinerja pengawasan juga menunjukkan hasil yang signifikan. Dari 78 Surat Bukti Penindakan (SBP) yang diterbitkan, sebanyak 7 kasus atau sekitar 9 persen merupakan penindakan terhadap Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP).

READ  Bupati Bengkalis Menari Ceria Bersama Anak-anak TK

Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi:

  • Sabu (methamphetamine) seberat 134.363,35 gram.
  • Ketamine sebanyak 14.904,37 gram.
  • Heroin seberat 22.731,03 gram.
  • 1.602 buah etomidate.
  • 20.079 butir ekstasi.

“Dari penindakan narkotika tersebut, perkiraan nilai barang mencapai Rp315.032.697.000 dengan potensi penyelamatan keuangan negara sebesar Rp786.674.295.688,” jelas Novryansyah.

Di bidang kepabeanan, sebanyak 38 penindakan atau sekitar 49 persen dari total penindakan dilakukan terhadap pelanggaran kepabeanan. Nilai barang hasil penindakan diperkirakan mencapai Rp4.550.373.097, dengan potensi penyelamatan kerugian negara sebesar Rp924.740.921.

Sementara pada kategori ekspor, nilai barang hasil penindakan diperkirakan mencapai Rp225 juta.

Pada sektor cukai, Bea Cukai Bengkalis mencatat 33 penindakan atau sekitar 42 persen dari total kasus. Nilai barang hasil penindakan diperkirakan mencapai Rp465.827.080, dengan potensi penyelamatan kerugian negara sebesar Rp235.013.768.

Barang hasil penindakan di bidang cukai tersebut meliputi:

296.528 batang rokok ilegal.
54 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal.

Selain itu, penegakan hukum melalui mekanisme Ultimum Remedium (UR) menghasilkan penerimaan denda cukai sebesar Rp113.234.000.

Novryansyah menegaskan, berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari meningkatnya sinergi antara Bea Cukai dengan aparat penegak hukum serta instansi pemerintah lainnya.

“Pengawasan terhadap narkotika, barang ilegal, maupun barang yang dilarang masuk ke Indonesia terus kami tingkatkan. Jumlah penindakan tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Bea Cukai serta dukungan dari seluruh instansi terkait,” katanya.

Ke depan, Bea Cukai Bengkalis akan terus memperkuat pengawasan melalui peningkatan koordinasi lintas sektor guna menjaga keamanan wilayah perbatasan sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara.

Dengan capaian tersebut, Bea Cukai Bengkalis optimistis mampu mempertahankan tren positif hingga akhir tahun 2026, baik dari sisi penerimaan negara, pelayanan kepabeanan, maupun pengawasan terhadap barang impor, ekspor, serta barang kena cukai. || Safrizal

Related Post