https://aktualonline.co – Medan || Peringatan lahir Pancasila pada 1 Juni setiap tahunnya sempat dilarang oleh pemerintah Indonesia.
Peristiwa ini terjadi pada era Presiden Indonesia Soeharto, tahun 1970 menggunakan pasukan yang dinamai Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib).
Menurut Kepala Pusat Sejarah Angkatan Bersenjata Indonesia periode 1974-1983 Brigjen TNI (Purn) Prof. Dr. RP Nugroho Notosusanto, satu dari lima butir rumusan dasar negara yang dinamai Soekarno sebagai Pancasila sangat sensitif.
Tentu saja, sebelum butir itu diubah seperti saat ini, bunyi pada butir kedua yakni Internasionalisme atau Kemanusiaan merujuk pada semboyan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Soeharto saat itu lebih memilih untuk menghormati para korban peristiwa G30S PKI dan mengganti hari itu dengan nama hari kesaktian Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967. (Sumber data: Balai Pustaka, 1981 dan Majalah Tempo 29 Agustus 1981) || Prasetiyo






