https://aktualonline.co – TAPANULI UTARA ||| Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggelar Rapat Pemaparan Rencana Aksi Perangkat Daerah periode 2026–2029 sebagai upaya mempercepat pencapaian visi dan misi Bupati Tapanuli Utara. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Jumat (22/5/2026).
Agenda strategis yang akan berlangsung selama dua hari ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si, para asisten dan staf ahli Bupati, pimpinan perangkat daerah, Direktur Perseroda Pertanian, serta jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemkab Tapanuli Utara.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan pentingnya keselarasan kerja seluruh perangkat daerah dalam menerjemahkan semangat “perubahan” yang menjadi penekanan utama Bupati Tapanuli Utara.
Ia menyampaikan bahwa di tengah keterbatasan ruang fiskal, dibutuhkan inovasi dan kreativitas dalam pelaksanaan program pembangunan. Menurutnya, melalui kolaborasi aktif dengan masyarakat, efektivitas penggunaan anggaran dapat ditingkatkan secara signifikan.
“Jika biasanya anggaran seratus hanya bisa membiayai sepuluh kegiatan, maka dengan kolaborasi dan partisipasi masyarakat harus bisa menjadi dua puluh pekerjaan. Inilah substansi perubahan yang kita cari,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati memaparkan target peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tapanuli Utara dari Rp5 triliun menjadi Rp7,5 triliun pada tahun 2029. Untuk mencapai target tersebut, sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan akan menjadi fokus utama, termasuk rencana pembukaan lahan baru seluas 1.000 hektare, penguatan UMKM, serta optimalisasi lahan tidur.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung kinerja pemerintahan, termasuk penggunaan kecerdasan buatan sebagai alat bantu dalam menyusun perencanaan program yang lebih efisien dan berbasis data.
“Gunakan teknologi informasi sebagai referensi untuk menjawab tantangan pembangunan. Semua OPD harus terintegrasi dan tidak bekerja sendiri-sendiri,” ujarnya.
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, khususnya antara Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perseroda Pertanian dalam mengelola rantai produksi dari hulu hingga hilir guna memperkuat ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Tapanuli Utara, Kristina Nahampun, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan instruksi pimpinan daerah untuk membedah serta mempertajam rencana kerja setiap OPD.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pemaparan Dashboard Pimpinan sebagai sistem pelaporan kinerja fisik secara berkala. Selanjutnya, dilakukan pembahasan terhadap 11 OPD klaster pertama yang berkaitan langsung dengan visi misi pembangunan, meliputi sektor pertanian, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Sesi lanjutan akan dilaksanakan pada hari kedua untuk OPD pelayanan publik lainnya. ||| Agus Juntak






