Yang Dirobohkan Gapura Atau Melayu
Des. 6, 2022
Revitalisasi gapura berornamen Melayu yang berada di beberapa titik pintu masuk Kota Medan mendapat kritik dari Lembaga Independen Pemantau Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU). Ada masalah
Today
Des. 6, 2022
Revitalisasi gapura berornamen Melayu yang berada di beberapa titik pintu masuk Kota Medan mendapat kritik dari Lembaga Independen Pemantau Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU). Ada masalah
Des. 1, 2022
Anggota Koalisi Masyarakat Sipil Medan Sumatera Utara (KMS-M SU), Rizanul melihat cagar budaya Lapangan Merdeka telah ditutup bagi publik. Bahkan setelah revitalisasi ini siap. Kok
Des. 1, 2022
Puluhan anggota Pemuda Merga Silima (PMS) ditambah masyarakat Desa Suka Makmur dan Perpanden, tokoh masyarakat, serta Kepala Desa Suka Makmur turun ke jalan melakukan aksi
Okt. 27, 2022
Ribuan masyarakat muslim di Desa Sena Kecamatan Batang Kuis dikabarkan akan menjadi korban penggusuran karena rencana pembangunan Islamic Centre dalam waktu dekat. Adakah ganti rugi?
Okt. 20, 2022
Munculnya panitia baru pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat. Pasalnya, belum lagi panitia lama bubar kini muncul panitia pembentukan Protap yang
Okt. 18, 2022
Ada beberapa contoh dari kota di negara lain tentang memperlakukan Lapangan Merdeka sebagai cagar budaya. Seperti apa? Tonton dalam tayangan berikut.
Okt. 13, 2022
Rencana revitalisasi yang akan dilakukan tanpa melibatkan pengelola Pengurus Olahraga (POR) Lapangan Sepak Bola Jaya Titi Kuning (Sejati) Simpang Karya Jaya Medan, menjadi alasan masyarakat
Okt. 11, 2022
Sambil mengucurkan air mata, nenek Dahlia, warga Dusun I Sipaku, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan kepada www.https://aktualonline.co menceritakan tindak curang yang dilakukan oleh oknum yang
Okt. 7, 2022
Wartawan www.kabarriau.com diusir saat ingin melakukan liputan Rapat Dengar Pendapat “RDP” Lapangan Merdeka Medan. Apa motif pengusiran ini? Simak dalam tayangan ini
Okt. 4, 2022
Sudah lama persoalan semraut pasar menjadi pekerjaan rumah turun temurun yang tidak bisa diselesaikan hingga saat ini, meski telah gonta ganti kepala daerah. Seperti apa