https://aktualonline.co – Medan || Pemerhati Sosial M. Arif Tanjung mengingatkan bahwa kondisi pepohonan yang terus merangsang, dahan tua yang menjuntai pasrah, serta akar yang sudah membusuk di koridor Jalan Turi dan Air Bersih Medan adalah sebuah bom yang kalan saja bisa meledak hingga memakan tumbal.
Meski terdengar sedikit berlebihan, namun istilah ‘bom pohon’ yang dilontarkan M. Arif Tanjung bukanlah sekadar gertakan. Apalagi, ketika angin kencang dan hujan mengguyur, ruas jalan tersebut akan berubah jadi labirin maut bagi para pengendara maupun warga yang melintas.
”Ini bukan lagi soal estetika kota, ini bom pohon yang siap memakan korban jiwa. Pemko Medan, baik PLN, SDABMBK ataupun DLHK, jangan tunggu ada pengendara pecah kepala tertimpa dahan tua, mobil atau kereta yang penyet tertimpa, baru sibuk bawa mesin pemotong. Sekarang saja, cuaca lagi cerah, tata pohonnya biar tidak ada tumbal nantinya.” cecarnya, Kamis (30/7/2026) siang.
Diingatkan M.Arif Tanjung bahwa persoalan ‘bom pohon’ ini sudah berulang kali diadukan oleh warga. Takutnya, kejadian seperti di kawasan Mahkamah di Juni 2026 silam yang menelan korban luka 2 orang serta 4 rumah rusak, atau peristiwa pohon besar menimpa rumah di Jalan Ikhlas Kelurahan Binjai terulang lagi.
”Sudah diingatkan berulang, warga sidah mengadu tidak direspon. Sama saya juga mengadu, makanya saya berbicara di media. Kalau lambat kali muncul spekulasi liar di tengah masyarakat bahwa memang pemerintah akan bergerak setelah korban berjatuhan. Dan masalah pohon ini bukan di dua jalan ini saja, banyak jalan lainnya perlu penanganan cepat,” geram M. Arif Tanjung.
Sikap membiarkan bahaya di depan mata adalah bentuk kejahatan pembiaran. Saat ini, warga tidak butuh janji manis, konferensi pers, atau seremonial pemangkasan satu-dua dahan. Yang diharapkan masyarakat adalah menjinakkan ‘bom pohon’ itu sekarang juga, atau siapkan diri menghadapi amarah publik saat tumbal nyawa benar-benar jatuh di Jalan Turi dan Air Bersih.|| Prasetiyo
‘Bom Pohon’ di Jalan Turi dan Air Bersih Medan Kota Tunggu Tumbal




