Today

Rabu, 4 November 2026

Prabowo Subianto Pimpin Ratas Ekonomi: Inflasi dan PMI Terjaga, Minta Kemenkeu Gas Penyerapan APBN Tapi Tetap Efisien

https://aktualonline.co–Jakarta ||| Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri bidang ekonomi ke Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 3 November 2026. Dalam rapat terbatas (ratas) tersebut, Kepala Negara mengevaluasi langsung kondisi makroekonomi nasional mulai dari stabilitas harga, penguatan industri manufaktur, derasnya arus modal asing, hingga strategi pengamanan APBN di pengujung tahun anggaran.

Usai rapat, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa indikator utama perekonomian nasional masih berada di jalur yang benar (on track). Salah satunya ditunjukkan oleh realisasi inflasi sebesar 3,23 persen yang dinilai masih aman berada di dalam rentang target pemerintah, yakni 2,5 plus minus 1 persen.

“Data rilis BPS mengenai inflasi 3,23 persen itu di dalam range yang menjadi sasaran target. Jadi ini on track. Kita estimasi di rentang 1,5 hingga 3,5 persen, artinya terkendali sesuai proyeksi,” ungkap Suahasil, seperti  yang dikutip Aktual Online, Rabu (4/11/2026) dari laman www.presidenri.go.id.

Manufaktur Bergeliat, Arus Modal Asing Deras Masuk

Geliat ekonomi riil juga menunjukkan sinyal positif. Presiden Prabowo menerima laporan lonjakan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang naik dari level 52 menjadi 54 pada Oktober 2026.

Kenaikan indeks ini menandakan tingginya optimisme para pelaku industri dalam merespons peningkatan permintaan pasar jelang akhir tahun. Para pengusaha mulai menggenjot produksi dan menambah inventaris bahan baku.

Optimisme pasar tersebut berbanding lurus dengan kepercayaan investor asing. Aliran modal asing (capital inflow) dilaporkan terus mengalir masuk ke pasar keuangan domestik melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Buru Pendapatan Rp 600 Triliun, Belanja Rp 990 Triliun Harus Efisien

Terkait postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kemenkeu melaporkan realisasi hingga penutupan Oktober 2026 masih berjalan sesuai skenario. Namun, pemerintah harus menuntaskan kerja besar dalam dua bulan tersisa.

READ  Semarakkan Hari Santri 2026, Kemenag dan PBNU Perkuat Sinergi dan Gelorakan Semangat Resolusi Jihad

Suahasil membeberkan, sepanjang November hingga Desember 2026, pemerintah menargetkan pengumpulan penerimaan negara sekitar Rp 600 triliun lebih. Sementara di sisi pengeluaran, dana sebesar kurang lebih Rp 990 triliun siap diserap untuk membiayai belanja negara.

Menanggapi besarnya sisa anggaran belanja tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan khusus agar seluruh kementerian/lembaga tetap memegang teguh prinsip efisiensi dan tata kelola yang transparan, sekalipun penyerapan anggaran biasanya melonjak drastis di akhir tahun.

“Dua bulan terakhir operasi APBN kalau di akhir tahun biasanya ‘ngegas’ lebih cepat dan besar, itu disilakan. Tetapi Bapak Presiden menegaskan harus tetap efisien, dalam tata kelola yang baik, dan sesuai target output yang dicanangkan,” tegas Suahasil.|||Red