Today

Selasa, 3 November 2026

Menag Minta Pemda Jaga Harmoni dan Stabilitas Demi Pembangunan Berkelanjutan

AKTUALONLINE – Jakarta ||  Rasa damai dan aman di tengah masyarakat ditegaskan sebagai fondasi utama bagi sebuah negara untuk membangun masa depan yang berkelanjutan dan berdaya saing. Pemerintah daerah didorong untuk konsisten menciptakan stabilitas lingkungan yang adil serta inklusif agar warganya mampu berkompetisi di kancah nasional maupun internasional.

Pesan penting tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menyerahkan piala penghargaan kategori Cita Daerah Damai dan Aman pada ajang Anugerah Cita Negeri yang diselenggarakan Kompas TV di Studio 1 Kompas TV, Jakarta, Senin (2/11/2026).

“Sebuah negara dapat membangun masa depannya jika masyarakatnya merasa damai dan aman,” tegas Menteri Agama Nasaruddin Umar, seperti yang dikutip Aktual Online, Selasa (3/11/2026) dari laman www.kemenag.go.id.

Menag menjelaskan bahwa pembangunan daerah yang berkualitas membutuhkan lingkungan yang kondusif. Karena itu, tugas menjaga harmoni sosial menjadi pekerjaan rumah utama yang harus dirawat secara konsisten oleh seluruh elemen pemerintah daerah.

“Pembangunan yang berkelanjutan, berkualitas, membutuhkan pondasi kuat untuk dapat bersaing tidak hanya di dalam kancah nasional tetapi juga kancah internasional,” tegas Menteri Agama Nasaruddin Umar, seperti yang dikutip Aktual Online, Selasa (3/11/2026) dari laman www.kemenag.go.id.

Dalam kesempatan tersebut, penghargaan kategori Cita Daerah Damai dan Aman diserahkan kepada enam pemerintah daerah yang dinilai sukses menjaga kelestarian kerukunan, yaitu Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Lebong, Kota Semarang, Kabupaten Sigi, dan Kota Singkawang.

Ajang Anugerah Cita Negeri sendiri merupakan program apresiasi tingkat nasional bagi para kepala daerah yang dinilai berhasil menghadirkan program pembangunan inklusif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui empat kategori utama. || Red

READ  Kejagung Tetapkan Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan Tersangka Baru Kasus Korupsi Program MBG