Today

Selasa, 3 November 2026

Gelorakan Malam Renungan Hari Pahlawan di Kota Tua, Mensos Gus Ipul Bedah Tiga Pasal Jantung Konstitusi dan Luncurkan Sekolah Rakyat

https://aktualonline.co–Jakarta ||| Semangat kepahlawanan harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata untuk mengentaskan kemiskinan dan mencerdaskan anak bangsa. Pesan tersebut bergema kuat dalam Malam Peringatan Hari Pahlawan 2026 yang digelar di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meresapi warisan agung para pejuang kemerdekaan yang tidak hanya merebut kedaulatan, tetapi juga merumuskan fondasi bernegara melalui konstitusi, Senin 2 November 2026.

Di hadapan para keluarga pahlawan nasional dan ratusan murid Sekolah Rakyat, Gus Ipul membedah tiga pasal yang menjadi jantung UUD 1945: Pasal 31 tentang hak pendidikan, Pasal 33 tentang pengelolaan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat, serta Pasal 34 sebagai payung perlindungan fakir miskin dan anak terlantar.

“Dari Undang-Undang Dasar itu kita melihat dengan nyata bahwa para pahlawan tidak berpikir untuk dirinya sendiri. Mereka berpikir untuk bangsa Indonesia, khususnya generasi yang akan datang,” tegas Gus Ipul dalam acara bertema “Pahlawanku Teladanku, Melangkah Bersama Melanjutkan Perjuangan” tersebut, seperti yang dikutip Aktual Online, Selasa (3/11/2026) melalui laman www.kemensos.go.id.

Terjemahkan Amanat Konstitusi, Data Akurat Jadi Kunci Penyaluran Bansos

Gus Ipul mengungkapkan, nilai-nilai kepahlawanan tersebut saat ini diterjemahkan secara konkret oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui percepatan program kesejahteraan sosial yang berbasis pada data akurat.

Langkah ini diprioritaskan agar intervensi negara benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, sekaligus mengeksekusi mandat Pasal 34 UUD 1945 secara tepat sasaran.

Sebagai wujud nyata keberpihakan kepada wong cilik, pemerintah meluncurkan program Sekolah Rakyat. Program ini dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera, anak telantar, serta mereka yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

READ  Membendung Hoax, Menjaga Demokrasi : Tular Nalar Gandeng Universitas Trunojoyo Madura Gelar Sekolah Kebangsaan

“Hadirnya Sekolah Rakyat ini untuk menjangkau mereka yang tertera dalam Pasal 34, yaitu fakir miskin dan anak-anak terlantar. Mereka berasal dari keluarga-keluarga paling tidak mampu yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan secara layak,” beber mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu.

Teladani Empat Sifat Utama Pahlawan: Berani, Tulus, Rela Berkorban, dan Disiplin

Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul memaparkan empat pilar keteladanan yang wajib diwarisi generasi penerus bangsa, yakni keberanian, ketulusan, kerelaan berkorban, dan kedisiplinan.

Ia menekankan bahwa keberanian para pejuang bukan untuk menindas sesama, melainkan melawan penjajahan. Nilai ketulusan juga tercermin dari sikap para pahlawan dan keturunannya yang terus mengabdi tanpa menuntut keistimewaan materi.

Bahkan, dari sisi kedisiplinan, para pahlawan telah memberikan contoh agung mengenai integritas tinggi. “Para pahlawan juga disiplin dalam menjaga harta mereka. Mereka memisahkan mana harta negara dan mana harta pribadi. Itulah luar biasanya pahlawan kita,” puji Gus Ipul.

Ketum IKPNI Meutia Hatta: Nilai Perjuangan Harus Terus Dirawat

Senada dengan Mensos, Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Prof. Meutia Farida Hatta Swasono mengingatkan agar generasi muda tidak sekadar menghafal sejarah, tetapi memaknai semangat juang yang melatarbelakangi pengorbanan para leluhur.

Putri Proklamator RI Bung Hatta itu menyebutkan bahwa IKPNI terus menggalakkan edukasi sejarah melalui pameran memorabilia dan buku-buku perjuangan agar semangat cinta tanah air tetap membara di dada generasi muda, termasuk para siswa Sekolah Rakyat.

“Pahlawan itu tidak hanya ada di dalam sejarah, tetapi yang lebih penting adalah nilai-nilai dan semangat yang ada pada diri mereka masing-masing. Itu bisa dibaca melalui buku, tetapi juga akan terus kami sosialisasikan,” ujar Meutia.

READ  Kembalikan Marwah Polri, Kapolri: Usut Tuntas Kasus Duren Tiga

Malam Peringatan Hari Pahlawan tersebut berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Acara diisi dengan penampilan memukau grup angklung IKPNI, drama musikal kolaboratif dari siswa-siswi Sekolah Rakyat bersama aktor Aryo Wahab, serta kehadiran Anggota Komisi VIII DPR RI Sigit Purnomo (Pasha) bersama istrinya Adelia Wilhelmina yang turut menyumbangkan suara merdunya.|||Red