Today

Senin, 2 November 2026

Kerahkan 8 Ribu Agen Perlinsos hingga Tembus di Atas Rata-Rata Nasional, Gus Ipul Sanjung Pemutakhiran Bansos Digital

https://aktualonline.co – Purwokerto|||Langkah proaktif Kabupaten Banyumas dalam memutakhirkan data penerima bantuan sosial (bansos) berbasis digital menuai apresiasi tinggi dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengacungi jempol kinerja ribuan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang sukses mendongkrak capaian registrasi daerah tersebut hingga melampaui rata-rata nasional.

Pujian hangat itu disampaikan Gus Ipul di hadapan 3.540 peserta yang memadati seluruh tribun GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu 1 November 2026 malam.

Gus Ipul mengungkapkan, sebanyak 8.217 Agen Perlinsos dari berbagai pilar masyarakat di Banyumas berhasil memandu ratusan ribu kepala keluarga (KK) masuk ke dalam Sistem Perlinsos Digital.

“Banyumas kita buktikan Pak Bupati, yang masuk Sistem Perlinsos kita ada 209.176 Kepala Keluarga atau 32,21 persen. Ini lebih tinggi dari rata-rata nasional. Banyumas istimewa!” puji Gus Ipul yang disambut gemuruh tepuk tangan peserta, seperti yang dikutip Aktual Online, Senin (2/11/2026) melalui laman www.kemensos.co.id.

Sapu Bersih Data Bansos Pakai AI, Terintegrasi dari Samsat hingga BPJS

Gus Ipul menerangkan bahwa migrasi ke Perlinsos Digital dilakukan untuk memutakhirkan seluruh data keluarga penerima maupun calon penerima bansos secara transparan. Sistem baru ini mengintegrasikan data Kemensos secara real-time dengan Dukcapil, Samsat, ATR/BPN, PLN, hingga BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Melalui integrasi data lintas lembaga ini, penentuan kelayakan penerima bansos tak lagi bergantung pada subjekivitas manusia, melainkan disaring langsung oleh algoritma Artificial Intelligence (AI).

“Karena datanya sudah terhubung, nanti akan ketahuan semua. Agen Perlinsos ini relawan yang membantu warga mendaftar ulang. Yang menentukan layak atau tidaknya adalah sistem AI, sehingga pembagian bansos makin adil,” tegas mantan Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut.

READ  Dekatkan Sejarah Kepresidenan ke Generasi Muda, Kemensetneg Ajak 200 Pelajar Susuri Kompleks Istana

Buka Fitur Sanggah, Tekan Margin of Error Penerima Bansos

Dalam dialog interaktif di lokasi, salah seorang Agen Perlinsos dari Desa Cilongok, Muhammad Mubarok, membeberkan efektivitas sistem digital yang kini dibekali fitur usul dan sanggah. Mubarok yang telah mendaftarkan 360 warga menceritakan pengalamannya mengoreksi data warga miskin yang sempat terdeteksi tidak layak oleh sistem awal.

“Begitu saya ajukan sanggahan sesuai kondisi riil ekonomi warga di lapangan, statusnya langsung berubah menjadi layak,” beber Mubarok.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa kolaborasi masif antara Kemensos, pemkab, hingga pengurus RT/RW ditujukan untuk menekan sekecil mungkin margin of error (tingkat kesalahan data).

“Tujuan kita semua sama—Pak Menteri, saya, hingga pemerhati sosial—yakni memastikan bantuan negara betul-betul jatuh ke tangan masyarakat yang paling berhak,” pungkas Sadewo.|||Red