https://aktualonline.co –Padang||| Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat merespons musibah banjir bandang yang menerjang Kota Padang, Sumatera Barat. Bantuan logistik tanggap darurat digelontorkan untuk menyokong kebutuhan dasar 743 jiwa warga terdampak.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simultan melalui gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang serta Dinas Sosial Provinsi Sumbar. Berbagai kebutuhan pokok mulai dari puluhan paket makanan siap saji, makanan anak, ratusan bungkus nasi, kasur, selimut, hingga paket family kit dan kidsware langsung didistribusikan ke titik-titik pengungsian.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas mutlak di fase awal penanganan bencana.
“Di tengah situasi seperti ini, kita perlu lebih peka melihat kebutuhan warga. Anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas membutuhkan atensi khusus. Jangan sampai ada yang kesulitan mendapatkan makanan, perlengkapan sehari-hari, atau tempat istirahat yang layak,” ujar Gus Ipul, Rabu (14/10).
Bencana banjir bandang ini bermula dari hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu (10/10) siang. Pukul 12.52 WIB, luapan air sungai mendadak menerjang Kecamatan Kuranji, sebelum akhirnya meluas ke Kecamatan Koto Tangah dan Nanggalo.
Akibatnya, ratusan warga terpaksa melarikan diri ke lokasi pengungsian seperti Lapau Munggu, Musala Al Ridwan, serta Masjid Al Hijrah dan Masjid Adam.
Hingga Rabu (14/10) pagi, genangan air dilaporkan telah surut dan sebagian besar pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, sisa material lumpur tebal masih membalut permukiman warga. Dampak kerusakan mencatat 120 rumah sempat terendam, satu rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, serta jebolnya tanggul Sungai Lapau Munggu.
“Terima kasih kepada Tagana, pemda, TNI-Polri, dan seluruh relawan yang sigap bergerak sejak hari pertama. Pekerjaan kita belum usai. Mari terus bergandengan tangan membantu warga melewati masa sulit ini,” pungkas Gus Ipul, seperti yang dikutip Aktual Online, Rabu (14/10/2026) dari laman www.kemensos.go.id.
Tak hanya pemukiman, banjir juga memutus akses jalan sepanjang 100 meter di kawasan PDAM Guo, Kuranji, serta merusak infrastruktur pipa air bersih dan tiang listrik setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Saat ini, alat berat ekskavator dan mesin pompa air telah dimobilisasi untuk mempercepat pengeringan dan normalisasi Sungai Batang Air Dingin serta Sungai Guo.|||Red






