Today

Jumat, 30 Oktober 2026

Sablon Manual Tetap Eksis di Tengah Gempuran Era Digital

https://aktualonline.co|||BENGKALIS – Usaha sablon manual masih mampu bertahan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Sebagian konsumen tetap memilih sablon manual karena dinilai memiliki daya tahan yang baik, warna yang menarik, serta hasil cetakan yang tidak mudah pudar jika dikerjakan dengan bahan dan teknik yang tepat.

Salah satu pelaku usaha yang masih konsisten menekuni bidang ini adalah Safrizal (52), warga Kelurahan Rimba Sekampung, kawasan Kebun Kapas, Kabupaten Bengkalis. Pemilik usaha sablon manual bernama RESBHA JAYA tersebut telah menjalankan usahanya selama lebih dari 25 tahun.

Dengan dibantu dua orang karyawan, Safrizal tetap mempertahankan metode sablon manual meskipun teknologi sablon digital semakin berkembang. Menurutnya, kepuasan pelanggan menjadi alasan utama untuk terus menjalankan usaha yang telah digelutinya selama puluhan tahun itu.

Ia mengaku, pelanggan RESBHA JAYA masih mempercayai kualitas hasil sablon manual yang selama ini ditawarkan. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi dirinya untuk mempertahankan usaha sekaligus menjaga hubungan baik dengan para pelanggan.

Safrizal menjelaskan, salah satu bahan yang masih diminati pelanggannya adalah tinta plastisol asal Thailand. Tinta tersebut dipilih karena mampu menghasilkan cetakan dengan warna yang menarik dan daya tahan yang baik apabila diaplikasikan dengan teknik yang tepat.

Menurutnya, hasil sablon menggunakan tinta plastisol dapat bertahan lama, memiliki tampilan warna yang baik, serta tetap nyaman digunakan apabila proses pengerjaan dilakukan sesuai standar. Perawatan yang tepat juga diperlukan agar kualitas sablon tetap terjaga meskipun kaos dicuci berulang kali.

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Safrizal memperoleh bahan-bahan sablon dari sejumlah pemasok di Pekanbaru dan Dumai.

Dalam memasarkan produknya, ia turut memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Pesanan datang dari berbagai wilayah, baik dari desa-desa di Kabupaten Bengkalis maupun dari luar daerah, termasuk Ponorogo dan Kediri.

READ  Pastikan Pengerjaan Berjalan Baik, Bupati Bengkalis Tinjau Pembangunan RSUD Rupat Utara

Selain itu, pelanggan RESBHA JAYA juga berasal dari sejumlah wilayah di sekitar Pulau Bengkalis, seperti Kabupaten Kepulauan Meranti, Bukit Batu, dan Rupat.

Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, Safrizal kini berencana memperluas layanan RESBHA JAYA. Tidak hanya melayani sablon kaos secara manual, ia juga ingin mengembangkan usaha dengan menyediakan layanan bordir untuk kaos dan kemeja.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Safrizal berharap pemerintah daerah dan pihak terkait di Kabupaten Bengkalis dapat memberikan dukungan kepada pelaku usaha kecil, khususnya melalui fasilitasi akses permodalan.

Menurutnya, dukungan tersebut penting agar pelaku usaha lokal dapat mengembangkan kapasitas produksi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas jangkauan pemasaran.

Perjalanan RESBHA JAYA selama lebih dari 25 tahun menjadi gambaran bahwa usaha konvensional masih memiliki peluang untuk bertahan dan berkembang di tengah era digital. Dengan menjaga kualitas produk, mempertahankan kepercayaan pelanggan, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran, usaha sablon manual tetap memiliki tempat di tengah persaingan industri kreatif. || Atik