Today

‎Buntut Penggusuran Kuliner Pagaruyung, 1.000 Massa Siap Kepung Kantor Wali Kota Medan

Prase Tiyo

Poster aksi Masyarakat Peduli Pedagang UMKM Kuliner Pagaruyung.(Foto: Ist/Aktual Online)
Poster aksi Masyarakat Peduli Pedagang UMKM Kuliner Pagaruyung.(Foto: Ist/Aktual Online)

https://aktualonline.co – Medan || Polemik penggusuran pedagang UMKM kuliner di kawasan Little India, Jalan Pagaruyung, Kampung Madras, terus bergulir dan memasuki babak baru. Merasa diperlakukan tidak adil, ribuan elemen masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Pedagang UMKM Kuliner Pagaruyung bersiap menggelar unjuk rasa besar-besaran sepanjang bulan Oktober 2026.
‎
‎Aksi unjuk rasa ini rencananya akan dipusatkan di dua lokasi vital, yakni Kantor Wali Kota Medan dan Kantor Camat Medan Petisah. Menggunakan mobil komando, sound system, dan spanduk perlawanan, dengan estimasi 1.000 peserta aksi yang akan siap turun ke jalan untuk menyuarakan protes atas kebijakan pemerintah daerah setempat.
‎
‎”Rakyat semakin sesak karena krisis ekologi dan asap, sesak karena biaya hidup semakin mencekik. Bongkar korupsi drainase Jalan Pagaruyung senilai hampir Rp 2 miliar. Penggusuran tanpa relokasi dan kompensasi adalah pelanggaran HAM,” tegas Koordinator Aksi, Rahmadsyah, Rabu (21/10/2026) siang.
‎
‎Lanjutnya, Gerakan ini tidak berjalan sendirian. Sejumlah organisasi telah merapatkan barisan untuk memperkuat eskalasi massa. Mulai dari Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS), Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI), Kolaborasi Lembaga Aktifis dan Media (KOLEGA), hingga DPD LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara Indonesia Sumatera Utara (Penjara Sumut) dipastikan akan ambil bagian.
‎
‎Aksi ini, kata Rahmadsyah menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Kota Medan untuk segera turun tangan menyelesaikan konflik agraria dan tata kota yang mengorbankan masyarakat kecil, khususnya para pelaku UMKM.|| Prasetiyo

READ  Ini Satu Bukti Korupsi PUD Pasar Medan, Dirut Suwarno Bungkam

Related Post