Today

Rabu, 4 November 2026

Karhutla Tanjung Puting Jadi Atensi Khusus, Presiden Prabowo: Minta 50 Pompa, Saya Kirim 200!

https://aktualonline.co– Jakarta|||Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengintai kawasan konservasi tak luput dari atensi serius Istana. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, dilakukan secara ekstra ketat dan tak boleh setengah-setengah.

Instruksi tegas itu disampaikan Presiden saat memimpin rapat perkembangan penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Atensi khusus ini merespons laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto. Ia melaporkan bahwa si jago merah telah membakar sekitar 513,89 hektare area Taman Nasional Tanjung Puting. Upaya pemadaman kini mengandalkan Satgas Darat. Sebab, pergerakan helikopter water bombing dan operasi udara masih terkendala pekatnya jarak pandang akibat asap.

“Taman Nasional Tanjung Puting harus jadi perhatian serius. Itu adalah kawasan taman nasional yang wajib kita jaga,” tegas Prabowo di hadapan jajaran menteri dan pimpinan lembaga, seperti yang dikutip Aktual Online, Selasa (13/10/2026) dari laman www.setneg.go.id.

Di lapangan, medan rawa yang sulit diakses kendaraan menjadi tantangan berat. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengungkapkan bahwa para personel memburu titik api yang tersebar dengan peralatan terbatas, terutama kebutuhan pompa air portabel dan sumur bor.

Ketika Pangdam menyebut butuh 50 unit pompa air kecil untuk merambah area rawa, Presiden Prabowo langsung merespons cepat tanpa ragu.

“Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200!” cetus mantan Danjen Kopassus itu dengan nada lugas.

Tak berhenti di situ, guna mengatasi sulitnya pasokan air pemadam di lahan gambut rawa, Presiden juga menyetujui pembuatan 200 titik sumur bor dangkal setinggi 10–15 meter. Dana taktis sebesar Rp 2 miliar di gelontorkan saat itu juga, dengan catatan pembuatan sumur bor harus melibatkan warga lokal secara swakelola.

READ  Kemnaker Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja Lewat KarirHub

Selain aksi tanggap darurat, Prabowo menggarisbawahi benteng pertahanan jangka panjang hutan Indonesia: penguatan personel Polisi Hutan (Polhut). Ia menargetkan penambahan hingga 70 ribu personel Polhut di seluruh Indonesia yang direkrut dan dilatih secara bertahap.

“Tolong sampaikan ke MenPAN-RB, kalau saya minta 70 ribu polisi hutan, itu karena ada maksud besar menjaga hutan-hutan kita,” lugas Prabowo. Ia juga langsung meminta Kapolri turun tangan membantu pendidikan dan pelatihan kapasitas personel Polhut agar lebih tangguh menjaga paru-paru dunia tersebut.|||Red