https://aktualonline.co – Medan ||| Janji penuntasan akses jalan lintas perbatasan Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) via Delleng Simpon kini dipertanyakan warga. Pembangunan proyek infrastruktur strategis tersebut dinilai terhenti di tengah jalan dan terkesan terbengkalai tanpa kejelasan hingga Selasa (6/10).
Satu-satunya jalur alternatif yang menghubungkan Dusun Batu Gajah (Desa Sionom Hudon Julu, Parlilitan) menuju Desa Ulumerah (Sitellu Tali Urang Julu) itu kini mengalami kerusakan parah di berbagai titik.
Akses Rusak dan Terancam Longsor
Berdasarkan unggahan facebook Astalaroni Sinaga yang beredar di media sosial, ketiadaan kelanjutan pengerjaan membuat kondisi jalan kian memprihatinkan. Permukaan jalan yang belum diaspal sempurna kini terkelupas dan dipenuhi lubang. Di beberapa fragmen, sisa-sisa material tanah longsor tampak menimbun sebagian badan jalan tanpa ada pembersihan secara menyeluruh.
Masalah kian menumpuk akibat saluran drainase yang tersumbat dan dibiarkan terbengkalai. Setiap kali hujan deras mengguyur kawasan pegunungan tersebut, air meluap ke badan jalan dan mengikis struktur tanah, membahayakan para pengendara yang nekat melintas.
Padahal, proyek peningkatan jalan ini dulunya digadang-gadang sebagai program prioritas bersama antara Pemkab Pakpak Bharat, Pemkab Humbahas, dan Pemprov Sumut untuk membuka keterisolasian daerah perbatasan. Bila rampung, jalur ini berpotensi memangkas waktu tempuh dari Parlilitan menuju Kota Medan hingga 2 jam sekaligus mendongkrak perekonomian lokal.
Namun, penghentian pengerjaan di lapangan justru memicu kekecewaan masyarakat setempat. Warga mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya Gubernur Sumut serta Bupati Humbahas dan Bupati Pakpak Bharat, untuk turun tangan mengawasi dan memastikan kelanjutan proyek yang mangkrak tersebut. ||| Red





