https://aktualonline.co – Medan || Penjara kerap dicap negatif oleh banyak orang. Namun, dalam pandangan Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof. Dr. Hasan Sazali, M.A, balik jeruji besi bukanlah tempat yang menentukan hilangnya kebebasan seseorang untuk menimba ilmu.
Usai mendengarkan sendiri tingginya minat para narapidana (napi) untuk lanjutkan pendidikan, khususnya jenjang perguruan tinggi, maka suami dari Dr. Desvi Yanti Mukhtar, M.Psi ini mengusulkan pendirian kelas khusus bagi warga binaan di Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan.
Menurutnya bapak satu anak ini, memberikan ruang pendidikan tinggi adalah instrumen paling efektif untuk memutus rantai kebodohan dan kriminalitas yang sejalan dengan misi reintegrasi sosial dari kementerian yang saat ini dipimpin oleh Agus Adrianto.
Apalagi, selama ini, institusi pemasyarakatan kerap kewalahan menghadapi problem residivisme kembalinya mantan narapidana ke dunia hitam akibat tidak skill yang dimiliki tidak dibarengi dengan bukti pengakuan akademik berupa ijazah.
”Saya mendengar sendiri dari napi di dalam Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan bahwa mereka berkeinginan melanjutkan pendidikannya. Asa ini harus kita wujudkan. Saya mengusulkan agar dibuat kelas perkuliahan khusus,” ungkap Prof Hasan Sazali.
Diinformasikannya, wacana ini akan ia usulkan ke Menteri Imipas Agus Adrianto, dan meminta Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan yang dipimpin Andi Surya menjadi pilot project nya.
”Membangun peradaban bangsa tidak hanya diukur dari megahnya gedung universitas di luar sana, tetapi juga dari seberapa peduli kita menyalakan pelita ilmu di sudut-sudut tergelap penjara negeri ini. Saya sebut ini semacam mutiara dari balik jeruji,” tegasnya.
Sebelumnya, Prof. Hasan Sazali, usai kunjungannya secara langsung ke dalam Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan, 13 Oktober 2026 kemarin melihat kondisi Rutan Tanjung Gusta hari ini sebagai bukti nyata dari efektivitas sentuhan dingin Menteri Imipas Agus Adrianto lalu diterjemahkan dengan baik salah satunya oleh Kepala Rutan (Karutan) Andi Surya.
”Saya nilai Menteri Imipas Agus Adrianto berhasil. Inilah bukti tangan dingin beliau. Saya sudah keliling Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan. Tidak seperti ekspektasi saya sebelum masuk dan berkeliling, ternyata Rutan saat ini jauh lebih baik sekarang,” terangnya.
Lanjut Prof. Hasan Sazali, di dalam Rutan Tanjung Gusta Medan, ia melihat secara langsung dalam kunjungan mendadak tersebut, pengunjung yang menjenguk anggota keluarganya duduk di tempat yang nyaman dan luas.
Lalu, ada tempat pembinaan para napi untuk menempa berbagai keterampilan seperti pengolahan tahu dan tempe, pembuatan kerajinan tangan, pembuatan kue, ternak ikan.
Di dalam Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan juga ada perpustakaan dan tempat yang menjadi ikon baru bernama Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas) guna memberantas penggunaan alat komunikasi pribadi.
Soal gizi para narapidana (napi) Prof. Hasan Sazali juga menyaksikan pembuatan makanan layak di dapur yang bersih. Ada klinik pratama untuk pemeriksaan kesehatan, lokasi fitnes, tempat untuk ibadah, hingga berbagai kegiatan pelatihan khusus untuk mengisi hari-hari di dalam rutan.|| Prasetiyo
Kuliah di Balik Jeruji, Guru Besar UINSU Prof Hasan Sazali Usulkan Kelas Khusus Napi di Rutan Tanjung Gusta Medan






