https://aktualonline.co – Jakarta || Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana alam serta langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah di sejumlah wilayah Indonesia. Rentetan peristiwa yang didominasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana tanah longsor tersebut menjadi pengingat pentingnya peningkatan kesiapsiagaan di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Laporan resmi BNPB mencatat musibah kebakaran lahan melanda Kabupaten Seram Bagian Timur (Maluku), Kabupaten Minahasa (Sulawesi Utara), dan Kabupaten Sragen (Jawa Tengah). Di Negeri Solan, Kecamatan Teluk Waru, Seram Bagian Timur, kondisi iklim yang kering akibat kemarau panjang berkepanjangan serta terpaan angin kencang mempercepat kobaran api hingga menghanguskan vegetasi seluas 13 hektare.
Upaya pemadaman di Seram Bagian Timur berhasil dilakukan oleh Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama dinas pemadam kebakaran, perangkat desa, dan warga. Meski api telah padam, pemantauan intensif di lokasi masih terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Kejadian karhutla juga melanda Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Minahasa, yang membakar area lahan seluas 2 hektare. Penanganan cepat dilakukan melalui sinergi BPBD Minahasa, Pemadam Kebakaran, personel Polsek Pineleng, TNI, serta masyarakat hingga api berhasil dijinakkan. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses identifikasi pihak berwajib.
Di Pulau Jawa, karhutla menghanguskan 5 hektare lahan yang terdiri atas 2 hektare tanaman tebu dan 3 hektare hutan jati di Desa Pilangsari, Kecamatan Gesi, Sragen. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sragen bersama Polri dan warga sempat menghadapi kendala medan yang ekstrim, licin, serta curam saat menuju titik lokasi sebelum akhirnya berhasil memadamkan pergerakan api.
Selain ancaman kebakaran, duka menyelimuti Kabupaten Pekalongan akibat musibah tanah longsor di Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul. Peristiwa naas tersebut terjadi ketika dua orang warga tengah melakukan aktivitas penggalian pondasi. Secara mendadak, material tanah dari sisi galian bergerak runtuh dan menimbun tubuh keduanya.
“BPBD Kabupaten Pekalongan bersama masyarakat setempat telah melakukan kaji cepat, koordinasi lintas sektor, dan proses evakuasi. Kedua korban telah berhasil dievakuasi“ tegas Berton SP Panjaitan, Ph.D., seperti yang dikutip Aktual Online, Rabu (7/10/2026) dari laman www.bnpb.go.id.
Menyikapi eskalasi kejadian bencana tersebut, BNPB mengimbau seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memperketat patroli rutin di wilayah rawan bencana serta memastikan seluruh peralatan evakuasi maupun pemadaman dalam kondisi siap pakai.
“BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah pada musim kemarau, menghindari aktivitas penggalian di area dengan kemiringan tinggi saat kondisi tanah labil, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar” tegas Berton SP Panjaitan, Ph.D., yang dikutip Aktual Online, Rabu (7/10/2026) dari laman www.bnpb.go.id. || Red






