https://aktualonline.co MEDAN ||| Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut Dr. H. Asren Nasution MA menyebut intervensi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMAN 8 terhadap eks. siswa, usai membeberkan fakta kepada www.https://aktualonline.co, terkait video viral siswa sedang mero**k dan berj**i di kelas bukanlah persoalan besar.
Tanpa merinci kategori persoalan besar yang dimaksud, mantan kepala pembinaan mental Kostrad tahun 2010-2011 tersebut melalui pesan WhatsApp, Rabu (21/12/2022) kemarin malah meminta wartawan yang menghubunginya untuk ikut membantunya menjaga nama baik sekolah.
“Saya pelajari dulu saya cek dulu ya.
Sama-sama kita jaga sekolah sekolah kita ya. Kita utamakan kepentingan yang lebih besar,” tulis mantan Kadis Kominfo Sumut tahun 2011 itu.
Memang, sejak kasus video viral milik ‘k’ eks siswa SMAN 8 Medan diangkat dalam berita oleh Media Aktual Group, Kamis 17 November 2022, sekolah tersebut langsung menggelar konfrensi pers klarifkasi.
Namun di luar dugaan, keesokannya ‘K’ dibawa dan dihadapkan oleh kepala sekolahnya saat ini kepada Kepala Sekolah SMAN 8 Medan. Saat itu ‘K’ diintervensi agar tidak mengetahui jika diwawancara, bahkan diintimidasi dengan ancaman 980 orang alumni marah kepadanya.
“Anak ini setelah viral ia mendapatkan intimidasi dari beberapa orang maupun dari eks sekolahnya. 980 orang aluni marah. Kita sebagai orang biasa membayangkan 5 orang marah kepada kita saja sudah tidak bisa tidur. Oromatis pikiran anak ini juga bercabang-cabang mendengar hal itu,” ungkap Depris Roalnd Sirait, SH, SIP selaku kuasa hukum ‘K’.
Hingga peristiwa ini tercuat ke publik beberapa bulan dan kembali diberitakan sejak beberapa pekan lalu, mantan staf ahli Gubernur Sumut bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat tahun 2018 yang kini menjadi Kadisdik Sumut tersebut mengaku masih mempelajari dan melakukan pengecekan. ||| Red
