20.5 C
Indonesia
Jumat, 23 Januari 2026

Dukung Ganjar Nyapres, Dulur Ganjar Pranowo Gelar Diskusi Bertajuk ” Hanya 2 Poros Skenario Dalam Pilpres 2024 “

Berita Terbaru

https://aktualonline.co MEDAN |||
Relawan Dulur Ganjar Pranowo (DGP) Sumatera Utara menggelar diskusi dan konferensi pers dengan tajuk ” Hanya 2 Poros Skenario Dalam Pilpres 2024″ bertempat di Ruang Ahmad Yani, Le Polonia Hotel jalan Jenderal Sudirman Nomor 14 Medan.Jumat (21/10/2022) sore.

Acara diskusi yang terbagi 3 sesi di moderatori Nanda Rizki S Nasution dengan menghadirkan narasumber diantaranya, Pembina DPP DGP Viktor E Simanjuntak ,Sutrisno Pangaribuan dan Djasarmen Purba.

Pembina DPP DGP Viktor E Simanjuntak dalam paparannya mengatakan, Relawan DGP meyakini pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang, hanya akan diikuti 2 poros. Poros pertama yakni PDIP dengan Koalisi Indonesia Raya (KIR/Gerindra dan PKB) atau PDIP dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB/Golkar, PAN dan PPP). Sedangkan poros kedua yakni KIR + NasDem atau KIB + NasDem.

“Menurut analisis kami dan kami yakin, Pilpres 2024 nanti hanya akan ada dua poros dengan 7 partai yang terlibat. Jika pun digadang-gadang ada poros ketiga, boleh jadi NasDem + Demokrat + PKS, tapi menurut kami di akhir nanti akan tetap kembali menjadi dua poros dengan koalisi besar. Sedangkan Ganjar kami yakin akan berada di poros PDIP, meski itu tetap menunggu restu Ketua Umum PDIP,” kata Victor.

Koalisi besar yang dimaksud Victor adalah bersatunya KIB dan KIR dengan PDIP melawan poros ketiga. Victor menganalisa bisa saja di detik akhir NasDem ikut koalisi besar. Dikatakan Victor, ketika Puan diperintahkan untuk sungkem kepada para pimpinan partai, Puan pertama datang ke NasDem. Tak lama NasDem pun mengumumkan Anies Baswedan sebagai calon presiden mereka.

“Sewaktu konferensi pers DGP yang pertama beberapa waktu lalu, kami sebut Pilpres 2024 dua poros. Tak lama kemudian SBY turun gunung. Tapi kami tegaskan kami yakin Pilpres 2024 tetap akan 2 poros,” kata Victor.

Sementara, Narasumber lainnya Djasarmen Purba yang juga pembina DPP DGP memaparkan, Dulur Ganjar Pranowo (DGP) mengusulkan adanya pemekaran di wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Nama Provinsi yang diusulkan Dulur Ganjar Pranowo (DGP) yakni Provinsi Kaldera Toba.

Dia mengatakan, Provinsi Kaldera Toba ini nantinya akan meliputi 17 kabupaten dan tiga di antaranya merupakan kota madya. Provinsi ini juga akan mencakup 3.500 desa dan jumlah penduduk 5 juta jiwa.

“Disana ada beberapa suku, termasuk di dalamnya, Simalungun, Angkola, Mandailing, Karo, Pakpak, ditambah lagi dengan yang lain, Jawa, Minang, Aceh. Dan juga dengan keturunan-keturunan, tionghoa dan india, semua ini digabung dalam gerakan Provinsi Kaldera Toba,” kata Djasarmen Purba.

Ia menyebutkan, wacana ini merupakan perjuangan nyata DGP untuk menjawab keinginan masyarakat yang selama ini menginginkan adanya provinsi baru.

Meskipun yang menjadi hambatan adalah adanya moratorium. Pihaknya berharap wacana ini cepat terwujud.

“Tapi harapan kita itu terwujud di daerah sumatera utara ini, dan ini sebetulnya adalah ke inginan dari pada rakyat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, diawal tahun 2023 mendatang mereka juga akan mengadakan kongres untuk menggagas pembentukan Provinsi Kaldera Toba.

“Kita akan mengadakan kongres akbar sumut, pembentukan provinsi kaldera toba pada awal tahun 2023, disana nanti akan kita undang semua, untuk menentukan bagaimana dengan provinsi kaldera toba ini,” pungkasnya.

Berikut kabupaten/kota yang diusulkan masuk dalam Provinsi Kaldera Toba:

1. Kabupaten Karo

2. Kabupaten Simalungun

3. Kota Pematang Siantar

4. Kabupaten Dairi

5. Kabupaten Pakpak Bharat

6. Kabupaten Tapanuli Selatan

7. Kabupaten Mandailing Natal

8. Kabupaten Padanglawas

9. Kabupaten Padanglawas Utara

10. Kota Padangsidimpuan

11. Kabupaten Tapanuli Tengah

12. Kota Sibolga

13. Kabupaten Toba

14. Kabupaten Tapanuli Utara

15. Kabupaten Humbang Hasundutan

16. Kabupaten Samosir

17. Kabupaten Batubara. ||| Antoni Pakpahan

 

 

Editor : Zul

Baca Selanjutnya

Berita lainnya